<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5689628329610558727</id><updated>2011-11-27T15:17:11.088-08:00</updated><category term='Sejarah'/><category term='Renungan'/><category term='Wisata'/><title type='text'>batiwakal</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://batiwakal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5689628329610558727/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batiwakal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>myberau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05247826005126095496</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5689628329610558727.post-147006881650566842</id><published>2009-04-06T01:33:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T02:01:39.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><title type='text'>Pulau Derawan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pulau Derawan terletak di Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Satuan morfologi Pulau Derawan adalah dataran pantai bertopografi datar. Pantai pasir memiliki kemiringan lereng sekitar 7° - 11° dengan lebar 13,5 - 20 meter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Terdapat beraneka ragam biota laut di sini, diantaranya cumi-cumi (cuttlefish), lobster, ikan pipa (ghostpipe fish), gurita (bluering octopus), nudibranchs, kuda laut (seahorses), belut pita (ribbon eels) dan ikan skorpion (scorpionfishes).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai "Blue Trigger Wall" karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fishes).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5689628329610558727-147006881650566842?l=batiwakal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batiwakal.blogspot.com/feeds/147006881650566842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batiwakal.blogspot.com/2009/04/pulau-derawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5689628329610558727/posts/default/147006881650566842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5689628329610558727/posts/default/147006881650566842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batiwakal.blogspot.com/2009/04/pulau-derawan.html' title='Pulau Derawan'/><author><name>myberau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05247826005126095496</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5689628329610558727.post-4775292071672346119</id><published>2009-04-05T10:51:00.001-07:00</published><updated>2009-04-05T10:54:11.298-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Sejarah Berau</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kabupaten Berau berasal dan Kerajaan Berau yang didirikan sekitar abad XIV. Menurut Legenda sejarah Berau Raja pertama yang pemerintah adalah bernama Baddit Dippatung dengan gelar Aji Raden Surya Nata Kesuma dan Isterinya bernama Baddit Kurindan dengan gelar Aji Permaisuri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pusat pernerintahan kerajaan pada awalnya berkedudukan di Sungkai Lati, sekarang menjadi lokasi per­tambangan Batu Bara PT. Berau Coal, Aji Raden Surya Nata Kesuma pada masa pemerintahannya dan tahun 1400 - 1432 menjalankan dengan adil dan bijaksana sehingga kesejah­teraan rakyatnya meningkat dan se­lain dan pada itu dia berhasil me­nyatukan wilayah pemukiman yang disebut Masyarakat Berau adalah “BANUA” yaitu Banua Merancang, Banua Pantai, Banua Kuran, Banua Rantau Buyut, dan Banua Rantau Sewakung. Kedudukannya sangat berpengaruh disamping kewibawa­annya menjadikan dia disegani oleh lawan maupun oleh kawan, untuk mengenang jasa raja Berau yang per­tama ini Pemerintah telah mengabdi­kannya sebagai nama Korem 091 Aji Surya Nata Kesuma yang berkedu­dukan di Samarinda salah satu Ko­mando Rayon Militer Kodam VI/TPR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah beliau wafat pemerintahan Kerajaan Berau dilanjutkan oleh putranya dan selanjutnya secara turun temurun keturunannya meme­rintah sampai pada sekitar abad ke XVII. Kemudian awal sekitar abad XVIII datanglah penjajah Belanda memasuki Kerajaan Berau dengan berkedok sebagao pedagang (VOC) namun kemudian kegiatan dilakukan dengan politi “Devide Et Empera”. Kelicikan Belanda berhasil memecah belah Kerajaan Berau, sehingga kera­jaan terpecah menjadi 2 Kesultanan yaitu Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur. Pada saat bersamaan masuk pula ajaran agama Islam ke Berau yang dibawa oleh Imam Sambuayan dengan pusat pe­nyebarannya disekitar Sukan (Desa Sukan). Sultan pertama di Kesultan­an Sambaliung adalah Raja Alam yang bergelar Alimuddin (1800 adalah 1852). RajaAlam terkenal pimpinan yang gigih menentang penjajah Belanda. Raja Alam pernah ditawan dan diasingkan ke Makassar (Ujung Pandang). Untuk mengenang jiwa Patriot Raja Alam namanya diabadi­kan menjadi Batalion 613 RajaAlam yang berkedudukan di Kotamadya Tarakan. Kemudian sebagai Sultan terakhir di Kesultanan Sambaliung adalah Sultan Muhammad Ami­nuddin (1902 - 1959). Sedangkan Kesultanan Gunung Tabur sebagai Sultan per­tamanya adalah Sultan Muhammad Zainal Abidin (1800- 1833), keturunannya meneruskan pemerintahan hingga ke­pada Sultan Achmad maulana Chalifatullah Djalaluddin (wafat 15 April 1951) dan Sultan terakhir adalah Aji Rden Muhammad Ayub (1951 - 1960), kemudian wilayah Kesultanan menjadi bagian dan Kabupaten Berau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sultan Muhammad Amminuddin menjadi Kepala Daerah Istimewa Berau, beliau memerintah sampai dengan adanya peraturan peralihan dan Daerah Istimewa menjadi Ka­bupaten Dati I I Berau, yaitu Undang­-undang Darurat tahun 1953, dimana tanggal pelaksanaan Undang-undang tersebut dijadikan sebagai Hari jadi Kabupaten Dati I I Berau. Kemudian dengan diterbitkannya Undang­undang No. 27 tahun 1959 Daerah Istimewa Berau berubah menjadi Kabupaten Dati II Berau dan sebagai Bupati Kepala Daerah Tk. II yang pertama adalah Sultan Aji Raden Muhammad Ayub (1960 - 1964) dan sebagai Ibukotanya adalah Tanjung Redeb. Penetapan Kota Tanjung Re­deb sebagai pusat pemerintahan Dati I I Kabupaten Berau adalah sebagai mengenang pemerintahan Kerajaan (Kesultanan) di Berau, pada tahun 1810 Sultan Alirnuddin (Raja Alam) memindahkan pusat pemerintahan­nya ke Kampung Gayam yang seka­rang kita kenal dengan nama Karn­pung Bugis dimana perpindahan ke Kampung Bugis itu adalah menjadi cikal bakal Kota Tanjung Redeb. Peris­tiwa perpindahan itu terjadi pada tanggal 15 September tahun 1810 maka tanggal tersebut dibadikan sebagai Hari jadi Kota Tanjung Redeb sebagaimana telah ditetapkan dalam Perda No 03 tanggal 2 April 1992&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;(Disadur dari :depdagri.go.id)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5689628329610558727-4775292071672346119?l=batiwakal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batiwakal.blogspot.com/feeds/4775292071672346119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batiwakal.blogspot.com/2009/04/sejarah-berau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5689628329610558727/posts/default/4775292071672346119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5689628329610558727/posts/default/4775292071672346119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batiwakal.blogspot.com/2009/04/sejarah-berau.html' title='Sejarah Berau'/><author><name>myberau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05247826005126095496</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5689628329610558727.post-6733452644709988815</id><published>2009-04-05T07:04:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T10:55:43.923-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Batu Kecil</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Alloh kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Alloh melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;kepadaNya, Alloh sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5689628329610558727-6733452644709988815?l=batiwakal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://batiwakal.blogspot.com/feeds/6733452644709988815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://batiwakal.blogspot.com/2009/04/batu-kecil2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5689628329610558727/posts/default/6733452644709988815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5689628329610558727/posts/default/6733452644709988815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://batiwakal.blogspot.com/2009/04/batu-kecil2.html' title='Batu Kecil'/><author><name>myberau</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05247826005126095496</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
